WELCOME! Salam Sejahtera! Senang sekali mendapat kunjungan dari Anda. Berikan komentar Anda di akhir setiap posting (klik link: write your comment here!), komentar Anda sangat berharga bagi saya. Terima Kasih. Please Enjoy...

HOT Search

Loading...

HOT Translate

Character Building Failed...(again)

>> Monday, August 23, 2010

Kejadian yang mennimpa para anggota paskibra sungguh memprihatinkan. Ternyata budaya kekerasan dan otoritarian masih menguasai para teruna-teruna ini. Saya jadi teringat pengalaman beberapa tahun lalu saat masih menjadi 'freshman' di bangku SMP, SMA dan kuliah. Perlakuan yang saya terima dari para senior waktu itu memang memiliki nada yang sama dengan para anggota paskibra itu, walau memang tidak pernah diminta bertelanjang atau berhanduk hanya untuk pergi ke WC. Hal paling buruk yang pernah saya terima adalah ditampar senior, karena berbuat kesalahan.

Entah sejak kapan, gelombang anti-kekerasan pada yunior ini mulai berkurang dalam beberapa tahun setelahnya. Bahkan, saat di bangku kuliah, yang saya pikir akan menjadi puncak kesialan para yunior tidaklah seseram yang saya bayangkan waktu itu. Saya diminta untuk membawa beberapa atribut dan melakukan hukuman fisik akibat kesalahan saya.


Entah mengapa di organisasi yang disegani dalam urusan baris-berbaris ini justru masih menyimpan jejak budaya STPDN. Pertanyaan besarnya adalah: buat apa? untuk apa? mengapa para senior melakukan itu? Apakah karena suatu 'kutuk' turun temurun yang janggal kalu tidak dilakukan? Apakah untuk idealisme kedisiplinan? Apakah untuk membuat 'akrab' senior dan yunior (alasan yang paling sering saya dengar setelah event berlangsung)?

Apapun jawaban yang bisa diberikan, jelas kejadian yang menimpa para anggota paskibraka itu tidak layak untuk mereka alami. Mereka berhak diperlakukan sebagai manusia dan mendapatkan pendidikan mental yang lebih layak daripada sekedar telanjang ke kamar mandi.

Tidak heran dalam harian Kompas beberapa hari lalu mengangkat isu, bahwa pelajaran moral dan karakter dalam sistem pendidikan Indonesia masih dalam taraf teori. Prakteknya para siswa belum sepenuhnya mengalami moral dan karakter ideal yang diharapkan, bahkan dalam organisasi yang terkenal disiplinnya seperti PPI dan Paskibraka.

0 write(s) COMMENT(S) here!: