WELCOME! Salam Sejahtera! Senang sekali mendapat kunjungan dari Anda. Berikan komentar Anda di akhir setiap posting (klik link: write your comment here!), komentar Anda sangat berharga bagi saya. Terima Kasih. Please Enjoy...

HOT Search

HOT Translate

Showing posts with label tahun baru. Show all posts
Showing posts with label tahun baru. Show all posts

Happy New Year, UN Is Still A Big Issue

>> Friday, January 8, 2010

Selamat tahun baru! terima kasih atas kesediaan par apembaca untuk tetap mengunjungi blog ini walau postingannya tidak seagresif dulu. Mohon maklum akhir semester, banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. mari kita mulai lagi dengan semangat yang baru dalam mengamati, mengkritisi, membangun dan menginspirasi dunia pendidikan indonesia...

UN
Akhirnya UN tetap berlangsung, walau bukan sebagai penentu kelulusan-begitu kata pak menteri. Aturan mencampur siswa peserta UN pun dibatalkan, karena mustahil dilakukan, khususnya di pedesaan. Debat publik di media masa pun surut, walau masih menyisakan ganjalan mengenai 'proyek' pemerintah ini. Bahkan presiden menegaskan kembali pernyataan pak menteri pada rapat terbatas kemarin. lebih jauh lagi, pak presiden meminta pak menteri untuk meninjau ulang pelaksanaan evaluasi dibuat seperti format Ebtanas...

Mungkin ini adalah salah satu bukti ketidakjelasan visi pendidikan Indonesia. kebijakan-kebijakan mengenai pendidikan di negeri ini diambil secara pragmatis, bukan idealis. Sudah saatnya pak Nuh meninjau ulang ketercapaian Indonesia selama 65 tahun ini dalam membangun mutu manusia Indonesia. Tambahan kekuatan dengan adanya pak wakil menteri, mudah-mudahan memberi tenaga ekstra untuk menunjukkan hal ini dan tidak kontraproduktif.

Gung Xi Fat Choi!

>> Tuesday, January 27, 2009

Gung xi fat choi!

Kemarin adalah hari tahun baru Imlek. Alih-alih saya mendapat angpau atau makan-makan, saya malah harus berangkat ke Bogor tanpa perencanaan. Kakak saya sakit.

Dugaannya sih tumor/kanker di payudaranya. Sudah berlangsung tujuh bulan sejak di ketahui ada benjolan. Sudah tiga minggu ini tidak bisa jalan. Saya baru tahu kemarin pagi, maka itu langsung memutuskan untuk pergi ke kampung halaman. Dia tidak mau dibawa ke rumah sakit. Takut katanya. Dia hanya melakukan pengobatan alternatif dan pengobatan lain menurut kepercayaannya.

Saya sendiri jadi susah hati, karena diantara anggota keluarga yang lain, saya cenderung lebih dekat dengannya. Hal ini menambahkan beban pikiran saya. Hari ini saya tidak konsentrasi untuk mengerjakan Lesson Plan (2 minggu belum beres!), mengurusi sponsor untuk acara Book Week dan mengajar. Sangat tidak menyenangkan...

Mengapa manusia harus takut? apakah sekolah mampu mengajarkan suatu antidote agar manusia tidak takut lagi? Di suasana Imlek, atau Tahun Baru Cina, ternyata ketakutan bukanlah sesuatu yang baru. Ketakutan telah menjadi konsumsi semua manusia, walau mereka tidak menyukainya. Dan ini terjadi dari tahun ke tahun, dari masa ke masa.

Kata sebuah penelitian yang sumbernya saya tidak bisa saya kutip, katanya dua besar ketakutan yang paling menghinggapi manusia adalah:
1. Takut mati
2. Takut tertolak (tidak diterima)

Anda pilih mana?