WELCOME! Salam Sejahtera! Senang sekali mendapat kunjungan dari Anda. Berikan komentar Anda di akhir setiap posting (klik link: write your comment here!), komentar Anda sangat berharga bagi saya. Terima Kasih. Please Enjoy...

HOT Search

Loading...

HOT Translate

Pada Mulanya...

>> Monday, November 24, 2008

"My brethren, let not many of you become teachers, knowing that we shall receive a stricter judgment. For we all stumble in many things. If anyone does not stumble in word, he [is] a perfect man, able also to bridle the whole body." (NKJV)

"Don't be in any rush to become a teacher, my friends. Teaching is highly responsible work. Teachers are held to the strictest standards. And none of us is perfectly qualified. We get it wrong nearly every time we open our mouths. If you could find someone whose speech was perfectly true, you'd have a perfect person, in perfect control of life." (TMBV)


"Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat. Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya." (LAI)

Kalimat ini saya ambil dari kitab suci, sangat provokatif dan mengerikan. Tentu saja bila kalimat ini diucapkan atau ditulis oleh salah seorang dari Anda ataupun oleh seorang teman saya, hal yang paling mungkin saya lakukan adalah tersenyum kecil dan berkata dalam hati saya, ini orang kurang ajar, apa dia ga tahu gue ini guru!

Tapi karena kalimat ini tertulis di dalam kitab suci, saya cukup ngeri juga membacanya. tidak ada lagi argumen yang saya bisa buat. Celakanya, saat saya memutuskan untuk mengambil kuliah di FKIP dulu, saya tidak merenungkan kalimat ini dengan seksama, bahkan setelah jadi guru pun saya tidak menghiraukannya...

well, this is it...
saya sekarang sudah kadung menjadi guru, artinya saya termasuk hitungan orang-orang yang nekat dengan pilihan hidup saya. Saya masih bayak bersalah dalam perkataan saya dan saya pikir saya tidak bisa menyebut diri saya orang yang sempurna, baik dalam hidup saya ataupun perkataan saya. Jadi bagaimana? apakah saya harus berhenti menjadi guru? PErtanyaan sulit, karena selain mengajar adalah panggilan hidup, bidang ini juga adalah tempat saya mencari nafkah bagi istri dan anak saya.

Syukur kepada Tuhan, dalam bagian lain kitab suci yang sama, saya menemukan jawaban atas kekuatiran saya sebagai guru. Saya tidak akan memaparkan jawaban itu sekarang, saya berharap Anda tetap mengikuti catatan-catatan saya ini dan menyimpulkan jawabannya sendiri...

Inilah catatan-catatan kesalahan dan ketidaksempurnaan saya salama saya menjalani panggilan hidup sebagai guru. Saya berharap Anda dapat mengabil pelajaran yang berharga di blog ini, sehingga Anda bisa belajar untuk menjadi orang yang sempurna dalam perkataan Anda dan hidup Anda...

0 write(s) COMMENT(S) here!: