WELCOME! Salam Sejahtera! Senang sekali mendapat kunjungan dari Anda. Berikan komentar Anda di akhir setiap posting (klik link: write your comment here!), komentar Anda sangat berharga bagi saya. Terima Kasih. Please Enjoy...

HOT Search

Loading...

HOT Translate

Becoming A Professional Teacher...

>> Monday, June 1, 2009

Do you see a man [who] excels in his work? He will stand before kings; He will not stand before unknown [men]. (NKJ Version)

Observe people who are good at their work--skilled workers are always in demand and admired; they don't take a back seat to anyone. (TMB version)

Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.


Ini adalah hari-hari terakhir sekolah. Sejak pertengahan bulan lalu kesibukan sudah melanda pekerjaan saya. Mulai dari pembuatan soal, memeriksa hasil ulangan siswa, memasukkan nilai ke daftar nilai siswa dan tugas-tugas tambahan lainnya. Pikiran saya dibuat penat olehnya. Memang pekerjaan administratif selalu menjadi momok bagi saya. Sebagai seorang yang tidak 'berbakat' dalam pekerjaan di belakan meja, saya cenderung menumpuk pekerjaan. Hal ini mengkibatkan kepenatan yang luar biasa...

Seharusnya saya tidak perlu mengalami ini, jika saja saya hanya bertugas untuk mengajar. Namun dikarenakan tugas 'sampingan' yang juga menuntut perhatian, saya pun tidak bisa menolak untuk mengerjakannya: Persiapan graduation day, program magang dll.

Seorang trainer terkemuka yang juga menjadi mentor saya pernah berkata demikian: menjadi professional berarti melakukan dengan benar dan sungguh-sungguh hal minimal yang menjadi tanggung jawabnya. Sebagai guru, mempersiapkan pengajaran, mengajar, membuat sistem penilaian dan merekam semua hasil belajar siswa adalah hal minimal yang harus dikerjakan seorang guru. Adalah tidak profesional untuk membuat alasan apapun yang 'membolehkan' seorang guru untuk tidak mengerjakan hal-hal yang menjadi tanggung jawab minimalnya. Saya setuju atas pernyataan mentor saya itu. Walau kenyataannya saya masih belum bisa memenuhi definisi yang dibuatnya, namun ini adalah sebuah idealisme yang harus saya penuhi.

Di sisi lain, atas kepercayaan sekolah yang menjadikan saya sebagai team leader bagi teman-teman seperjuangan dan mengkoordinasi kegiatan non-akademik, maka saya pun dituntut profesional. Sekalipun ini adalah tugas tambahan, tetapi yang satu ini pun memerlukan profesionalitas.

Maka, inilah tuntutan atas perkerjaan saya: profesional dalam tugas utama saya sebagai guru dan team leader. Saya bisa saja melihatnya sebagai sebuah dilema, namun saya belajar untuk menjadikannya sebuah tanggungjawab tunggal.

0 write(s) COMMENT(S) here!: