WELCOME! Salam Sejahtera! Senang sekali mendapat kunjungan dari Anda. Berikan komentar Anda di akhir setiap posting (klik link: write your comment here!), komentar Anda sangat berharga bagi saya. Terima Kasih. Please Enjoy...

HOT Search

Loading...

HOT Translate

National Reading Movement

>> Monday, March 30, 2009

Kemarin siang, sekolah kami 'ketempatan' untuk penyelenggaraan try-ot UN bagi siswa SD-SMA. Hadir di sana para manager toko buku, penerbit dan lembaga kursus. Dalam kesempatan itu saya berbincang-bincang dengan mereka, terutama dengan seorang manager toko buku.

Ia menceritakan tantangan-tantangan yang ia hadapi sebagai pengelola toko buku. Dalam bersaing dengan penerbit dan toko buku besar di negara ini, perusahaannya terpaksa harus lebih mawas diri dan jeli untuk bergerak di pasar luar ibukota dan daerah. Khusus dalam hubungannya dengan sekolah sebagai salah satu konsumen terbesar, toko buku ini mengalami kompetitor bukan haya dengan sesama toko buku, tetapi juga dengan para penerbit yang agak 'nakal' dengan menjual buku langsung ke sekolah. Ia dan seorang manager penerbit buku menawarkan beberapa kerjasama strategis untuk keuntungan masing-masing pihak.

Satu misi idealisme yang terkadang tidak tersentuh dari irisan sekolah, penerbit dan toko buku ini adalah mengembangkan budaya membaca di tengah gempuran teknologi internet, permainan elektronik dan tontonan televisi. Seandainya misi ini terus dikedepankan dan digarap secara serius oleh ketiga institusi ini secara konsisten tentunya wajah generasi muda indonesia akan berubah. Saya tidak tahu seberapa besar budget penerbit atau toko buku yang disediakan untuk membuat usaha-usaha sistematis mewujudkan misi tersebut dan tidak hanya memperhatikan sisi bisnis. Bila minat baca ini terus digarap, tentu mereka juga yang diuntungkan.

Pemerintah pun perlu menajdikannya sebuah gerakan nasional yang setara dengan gerakan wajib sekolah atau visit indonesia year. Kealpaan dalam bidang ini memberikan kesempatan pada media elektronik yang serakah untuk mengambil alih keintelektualan generasi muda.

Sekolah saya sendiri mewajibkan setiap siswa untuk membaca setiap hari dengan menyediakan waktu khusus. Setiap siswa wajib membawa buku bacaan mereka, yang umumnya berbahasa inggris dan membacanya secara teratur di sekolah. Guru juga mendorong setiap anak untuk terus menambah koleksi bacaan mereka dan membacanya di rumah masing-masing. SEtiap tahunnya kami menyelenggarakan pekan buku sebagai momentum dan perayaan kegiatan membaca ini.

Di rumah, saya menjadi model bagi istri dan anak dalam hal membaca. Setidaknya saya harus membaca satu buku baru dalam satu bulan. Walau isteri saya lebih suka majalah, koran dan tabloid dari pada buku; saya mendukung aktifitasnya itu dengan harapan ia akan membaca buku lebih banyak di kemudian hari. Anak saya sendiri, di usianya yang ke 2 saat ini sangat tergila-gila pada buku(orang tuanya yang membacakan tentunya). Sampai-sampai istri saya kelelahan untuk melayani anak kami saat ia ingin membaca. Ia suka sekali dengan buku-buku bertema binatang, melihat gambar-gambarnya dan mendengar orang tuanya membacakan buku yang sama berulang-ulang...

"If you dont read you will be got rid..."

0 write(s) COMMENT(S) here!: