WELCOME! Salam Sejahtera! Senang sekali mendapat kunjungan dari Anda. Berikan komentar Anda di akhir setiap posting (klik link: write your comment here!), komentar Anda sangat berharga bagi saya. Terima Kasih. Please Enjoy...

HOT Search

Loading...

HOT Translate

Another Bed Talk

>> Wednesday, April 1, 2009

Semalam saya dan istri terlibat pembicaraan mengenai kesannya terhadapa gurunya.

Ia berkisah tentang satu orang guru yang berkesan padanya dibanding sekian puluh guru yang pernah mengajarnya dari TK. Seorang ibu guru ini sangat menyentuh hatinya. Apa yang dikatakannya dan dilakukannya sangat berdampak bagi hidup istri saya. Ia sangat menghargai istri saya saat di bangku SD dulu. Pernah satu kali, sang ibu guru meminta anak-anak untuk menghentikan waktu belajarnya sejenak untuk berdoa bagi seorang anak yang kedua orang tuanya mau bercerai. Semua anak dengan sungguh-sungguh berdoa bersama. perhatiannya tidak putus sampai di sana.

Saat SMA, isteri saya bertemu dia kembali di sekolah. Ia menutup pembicaraan singkat itu dengan berpesan untuk menjaga diri baik-baik. Beberapa hari kemudian istri saya terkena kecelakaan. Dari lima orang yang berada di mobil, satu orang meninggal, sisanya luka-luka, sedangkan istri saya hanya lecet. Ia teringat akan sang ibu guru, mungkinkah ini karena doanya?

Saat istri saya dewasa, pernah ia berjumpa di sebuah toko buku. Ia menyebut nama istri saya dan menepuk punggungnya. Ia masih ingat. ia mengeluarkan uang Rp 25.000 sebelum ia pergi untuk istri saya membeli buku. Bukunya masih tersimpan sampai sekarang di rak buku kami.

Siswa tidak akan ingat apa yang guru ajarkan, hanya apa yang guru teladankan...

2 write(s) COMMENT(S) here!:

Kuyus is cute April 1, 2009 at 5:58 PM  

ya benar.
Dulu waktu SD, saya malah kagum dengan guru agama saya. Bukan dari ilmu yang diberikannya. Tapi dari semangat yang diberikannya kepada saya.

Menghapal sebuah doa bukan hal mudah ketika itu. Namun entah mengapa dia merasa yakin saya bisa. Dengan memberi kesempatan mencoba, akhirnya saya bisa. Dan saya melihat keberhasilan itu sebagai satu kesempatan yang diberikan.
Tidak semua guru bisa melihat itu.

Ketika saya SMA, saya mengagumi Guru bahasa inggris saya. Kembali karena caranya memberi gambaran kemudahan tentang ilmu yang diberikan agar mudah diserap. Caranya yang unik dan lucu, dia cenderung bercerita tentang masa kecilnya yang kurang beruntung namun memberi keberhasilan baginya hingga kini.

Hingga sekarang beliau menjadi guru favorit saya ...

nessy April 2, 2009 at 10:45 PM  

Aku rasa tiap orang pasti punya guru paforite, yang secara sadar atau tidak menginspirasi kehidupan kita, baik secara langsung maupun tidak.
Aku mengalami hal tersebut.
Guru paforiteku adalah Dedi Dwitagama (http://dedidwitagama.wordpress.com/). Beliau adalah inspirasi buat saya. Kalo gak percaya lihat profil dan prestasi beliau.
Pasti anda akan tahu kenapa saya menganggap beliau adalah idola saya.