WELCOME! Salam Sejahtera! Senang sekali mendapat kunjungan dari Anda. Berikan komentar Anda di akhir setiap posting (klik link: write your comment here!), komentar Anda sangat berharga bagi saya. Terima Kasih. Please Enjoy...

HOT Search

Loading...

HOT Translate

Behind The Scene

>> Saturday, April 4, 2009

Satu e-mail masuk ke inbox saya dari seorang teman. Isisnya tentang perkembangan lanjutan kasus meninggalnya mahasiswa Indonesia di Singapura (lihat "Kill the Dream = Kill the Man?"). Diduga kematiannya berlatarkan motif penguasaan teknologi dan ekonomi. Ia telah menemukan suatu perkembangan teknologi baru dalam skripsinya, yaitu penggunaan gambar visual 3D yang bisa tayang di udara. Suatu teknologi tercanggih bagi dunia ini.

Kebenaran e-mail ini perlu di cek and ricek. Namun bila ini benar, adalah suatu kerugian besar bagi dunia dan bangsa ini karena seorang muda cerdas telah dibunuh tidak hanya jiwanya tetapi juga gagasan dan perjuangannya.

Pihak keluarga sangat mempertanyakan kesigapan pemerintah atas kasus ini, baik itu KBRI di Singapura, DPR dan instantsi pemerintah terkait. Saya sendiri heran, mengapa kasus ini seolah-olah lenyap bagai asap, bahkan di media cetak sekalipun. Sang dosen pembimbing pun diam, demikian juga dengan pers Singapura. Sepertinya memang ada kejanggalan dalam hal ini.

Saya sendiri menjadi heran. Ternyata dunia pendidikan bisa memakan korban nyawa di saat sang pelajar justru sedang berkarya bagi kemajuan peradaban. Apakah ini berarti ungkapan Soekarno untuk menaruh cita-cita setinggi bintang di langit menjadi usang? Sangat mengerikan. Sungguh sangat mengerikan. Bila tidak ada tindakan tegas dan komprehensif untuk mengungkapkan kasus ini, maka dunia pendidikan dan pemerintahan di Singapura telah tercoreng integritasnya.

0 write(s) COMMENT(S) here!: