WELCOME! Salam Sejahtera! Senang sekali mendapat kunjungan dari Anda. Berikan komentar Anda di akhir setiap posting (klik link: write your comment here!), komentar Anda sangat berharga bagi saya. Terima Kasih. Please Enjoy...

HOT Search

Loading...

HOT Translate

The Origin of Formal School

>> Monday, April 13, 2009

Pada mulanya tidak ada pendidikan formal, hanya ada keluarga dan komunitas. Anak-anak belajar dari orang tuanya dan lingkungan sekitarnya. Setiap anak percaya pada apa yang dikatakan dan dimodelkan orang tuanya, sekiranya ada keraguan mereka tidak bisa berbuat banyak karena dunia pengetahuan belum terstruktur dengan baik. Pengetahuan masih terbatas pada kepercayaan-kepercayaan agamawi, mitologi dan hal-hal metafisika lainnya. Mereka 'terpaksa' percaya pada semua hal itu, karena demikianlah adanya dunia dan peradaban pada saat itu. Kepercayaan kepada ketuhanan dan sistem kehidupan bermasyarakat diturunkan dari generasi ke generasi bulat-bulat. Itulah batas pendidikan termulia, selain dari keterampilan-keterampilan bertahan hidup yang juga diturunkan dari masa ke masa. Keluarga menjadi pusat belajar utama bagi anak-anak.

Hingga tiba pada jaman kebudayaan yang dianggap lebih maju, yaitu Babylonia, Mesir Kuno, Cina dan Yunani Kuno. Di sana mulai berpendar pusat-pusat belajar lain selain keluarga, khususnya untuk mendalami pengetahuan tertentu. Diluar itu, keluarga tetap memegang peranan besar dalam mendidik anak untuk kepercayaan hidup dan keterampilan dasar kehidupan.

Di Babylonia, para siswa banyak belajar tentang astronomi. Di Mesir Kuno, mereka banyak belajar mengenai matematika, arsitektur, dan seni. Di Cina, para siswa dididik teologia, pengolahan sutera, ilmu pemerintahan dan seni. Di Yunani, akademos ciptaan Plato di percaya menajdi sekolah formal pertama, yang ditandingi oleh Lyceum-nya Aristoteles. Di sini mereka banyak belajar mengenai filsafat, ilmu pemerintahan, biologi, kimia, dan lain-lain. Bidang ilmu yang dipelajari meledak menjadi berbagai cabang sejak jaman Aristoteles. Semua ini adalah cikal bakal sekolah formal di jaman sekarang. Peran keluarga di era ini tetap sama seperti sebelumnya, namun di masa remaja, anak-anak cenderung mulai membentuk jalan hidup sendiri sesuai pengetahuan dan 'sekolah' yang mereka ikuti.

Inilah sejarah singkat asal muasal sekolah hingga jaman sebelum masehi...

3 write(s) COMMENT(S) here!:

aprillins April 13, 2009 at 4:37 PM  

akademos ciptaan Plato di percaya menjadi sekolah formal pertama <-- memang betul yang tercatat dalam sejarah seperti ini dan plato mengajar di akademos selama 40 tahun

sedangkan sekolah atau zaman skolastik itu sendiri mulai berdiri sekitar abad ke-9 dimulai oleh Johanes Scotus Eriugena. Ia adalah orang yang pertama kali mensistematisasikan filsafat dan dari sini pulalah muncul berbagai mata pelajaran yang dengan cara terstruktur. ini berlaku sampai abad ke-15 setelah itu masuk ke zaman modern, tetapi pengaruhnya ya tetap ada sampai sekarang

:)

Lucia April 14, 2009 at 4:44 PM  

info bagus yang baru saya tau nieh sir....
tapi ada satu pertanyaan?
banyak sekolah2 sejak zaman dulu hingga sekarang, memilih cabang2 ilmu tertentu untuk di ajarkan di sekolah. Secara philosofis, tentunya pilihan2 tersebut ditentukan berdasarkan apa yang para stakeholders sekolah paling penting bagi siswa untuk di ketahui. setuju???

trus, menurut mr.rudi kalau di lihat dari kurikulum atau kebijakan dalam pendidikan di indonesia, bidang ilmu mana yang lebih terlihat diprioritaskan?
nice blog sir...

Pak Guru April 15, 2009 at 8:45 AM  

@ aprillins: thanks untuk info tambahannya, sangat bermanfaat. saya akan mempelajarinya lebih seksama.

___

@ lucia: thanks for your comment, i really appreciate it.
saya akan coba menjawab pertanyaan bagus itu. Dari sumber-sumber yang saya baca, sebelum abad pertengahan, atau lebih spesifik di era sebelum masehi dan beberapa abad setelah masehi, cabang-cabang ilmu yang dipelajari memang ditentukan oleh sekolah masing-masing. Namun setelah abad pertengahan, terlebih lagi di abad ke 18 dan selanjutnya sekolah seolah-olah tidak lagi dapat menentukan cabang ilmu yang harus dipelajari siswa. hal ini terjadi karena cabang-cabang ilmu sudah mulai mengkristal, seperti: biologi, fisika, matematika, bahasa, dll dan juga negara mulai mengambil bagian dalam pengembangan pendidikan di sekolah-sekolah. Campur tangan pemerintah ini membuat cabang-cabang ilmu yang perlu dipelajari di sekolah menjadi hampir seragam di seluruh negerinya. Hal ini juga terjadi di Indonesia.

Ironisnya, di indonesia tidak ada bidang ilmu yang diprioritaskan. Kalaupun ada 5 atau 6 pelajaran yang diujikan dalam Ujian Akhir Nasional, ini tidak berarti bidang ilmu tersebut diprioritaskan. kelima atau enam bidang ilmu tersebut diambil untuk mereprentasikan dan pengukuran ketercapaian pembelajaran siswa di sekolah. Jadi, seperti yang bisa dilihat di sekolah-sekolah negeri pada umumnya, semua pelajaran diperlakukan sama. Namun, bila kita mau mengasumsikan prioritas berdasarkan jumlah jam pelajaran, maka semua mata pelajaran yang lebih dari 2 jam seminggu artinya lebih diprioritaskan, misalnya bahasa inggris, matematika, ipa, ips, dll.

saya harap jawaban ini bisa membantu. good luck for your final paper project...